Tiga Gugatan PKPU Terhadap MeMiles, Kembali Ditolak Hakim

JAKARTA, MONDIALNEWS – Pengadilan Niaga Jakarta Pusat secara berturut turut menolak tiga gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan lawan terhadap PT Kam and Kam (owner aplikasi iklan MeMiles). Pada Rabu (25/11/2020), Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, menolak gugatan PKPU No. 349/PdtSus-PKPU/2020/PN Niaga JktPst yang diajukan Pemohon (Penggugat) atas nama Newfone Arthur Rumimpunu SH, Lindawaty, dan Mantiasa Pardede terhadap Tergugat/Termohon PT Kam and Kam.

Penolakan permohonan PKPU ini menjadi akhir dari rangkaian persidangan yang mulai sejak sebulan terakhir. Pada sidang hari Senin, Majelis Hakim Pengadilan Niaga juga telah menolak dua permohonan PKPU yang diajukan pemohon/penggugat. Perkara PKPU dengan no perkara 348 dan 350 ditolak Majelis Hakim pada Senin (23/11/2020).

Untuk perkara 348, pemohonnya adalah Farahlisa Regina Mokodompit dan Neneng Andriani, sedangkan untuk untuk no perkara 350 diajukan oleh Priyani, Tuti Herlinda, dan Meiry Verdiana Ketiga nomor perkara PKPU ini resmi didaftarkan di PN Jakarta Pusat pada 26 Oktober 2020.

Menurut Kuasa hukum PT Kam and Kam dari Kantor Hukum Tito Hananta Kusuma & CO, Nico Hananto Putra, SH, SE, dengan ditolaknya tiga permohonan PKPU ini, diharapkan MeMiles dapat berjalan kembali dan dapat mensejahterahkan member membernya.

Sedangkan menurut Kuasa Hukum PT Kam and Kam lainnya, Antonius Eko Nugroho, SH, C.Med, hakim menolak tiga permohonan PKPU ini karena aplikasi MeMiles ini merupakan aplikasi jual beli iklan dan bukan hutang piutang apalagi investasi.

Sedangkan menurut Kuasa hukum PT Kam and Kam lainnya, Supri Hartono, SH, CLA, putusan hakim ini merupakan hasil menggembirakan bagi seluruh para member MeMiles yang berjumlah 200.000 lebih.

“Dengan dinyatakannya ditolak permohonan PKPU oleh majelis hakim pada Pengadilan Niaga untuk ketiga perkara tersebut, kita bisa menyimpulkan, bahwa masih ada jaminan kepastian hukum di Indonesia, dan sudah pasti, barang tentu, bahwa semua paham dan mengerti bahwa aplikasi ini adalah aplikasi jual beli iklan, dimana tidak ada hutang dan jatuh tempo,” ujar Supri.

Sampai kapan pun kalau permohonan tersebut diajukan kembali, hasilnya pun akan sama. “Salam sukses terus untuk para member, maju terus semangat,” tukas Supri.

Dalam sidang kemarin, Fransiska L Warouw (Ketua Keluarga Besar Memiles Indonesia/KBMI), Epaphroditus Ph M (Anggota KBMI dan Wartawan), Rita Kasmawati (Anggota KBMI) serta sejumlah hadirin lainnya hadir. Dengan ditolaknya tiga permohonan PKPU ini, berarti total ada enam permohonan PKPU lawan yang ditolak dan satu perkara yang dicabut pihak lawan. (pipit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *